
Pemilihan dari Pemilihan terus berlangsung, dapat kita lihat proses demokrasi yang sangat membosankan bagi Rakyat ketika pemilihan RT, RW, KADES, PILLEG, PILPRES dan selanjutnya akan menghadapi PILKADA Gubernur Propinsi Bengkulu untuk 2010.
Bertubi-tubi rakyat diminta untuk memilih pemimpinnya, "inilah demokrasi" kata teoritis itu sambil dibelakangnya membawa poster calon Gubernur. Dengan dalih hasil survey beserta lembaran kuisioner yang "mungkin" diisi para penjaja yang digaji dari lembar survey yang terisi mengobral bahwa calon itu sangat kuat jika berpasangan calon ini dan selanjutnya hasil survey itu dijadikan kitab bagi dia mengobral proposal survey selanjutnya..
Disisi lain, Media Massa (Koran, Tv) menjadi yellow pages bagi rakyat dalam memilih menu, ya..menu apa saja ada koq, dari mobil, racun, pupuk, lelang, tanah, kebun. alat pencuci perut, obat kuat laki-laki, hingga Calon Gubernur Propinsi Bengkulu. Menu ini disuguhkan dengan cara promosi produk barang, kehebatan calon hingga promosi para keluarga yang haus kekuasaan juga...Suguhan untuk rakyat memang banyak ragam, ada dalam bentuk berita menjelek-jelekkan, ada isyu sampai ada berita bergambar sambil tersenyum..
Disisi lain, sehabis baca dan menonton media massa, rakyat kita kembali mencari cangkulnya yang belum diasah (bahkan bantuan handtractor pun harus kredit), mereka berangkat ke tanah yang tandus dan belum diberi pupuk, ada juga yang punya sawit 1/4 Ha dan harga yang murah, ada juga sih yang punya kebun karet 1 Ha tetapi sebahagian tidak bergetah.
Para pedagang pun sibuk menata jualannya dipinggir jalan sembari melihat apakah ada satpol PP yang akan mengusir mereka. para PNS sibuk mencari penghasilan tambahan disamping gaji mereka yang terpotong dengan pinjaman di Bank dengan jaminan SK mereka.
Tidak akan ada perubahan yang mendasar apapun bagi rakyat jika pemimpinnya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar